Perbedaan Haji dan Umroh: Hukum, Rukun, & Waktu Ibadah

 

umroh 2019

Haji ialah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh muslim yang mampu. Haji memiliki tidak sedikit persamaan dengan umroh. Namun, kedua ibadah ini pun mempunyai perbedaan fundamental bersangkutan masa-masa dan hukum pelaksanaannya. Haji secara literal berarti menyengaja atau mengunjungi. Maknanya ialah menyengaja datang ke Baitullah secara jasmani dan jiwa untuk membayar amalan tertentu, dengan kriteria-syarat tertentu, dan pada masa-masa tertentu, yakni pada bulan-bulan haji. Sementara itu, umroh secara literal dicerna sebagai berziarah. Maknanya, berziarah ke Baitullah untuk mengemban amalan-amalan tertentu yakni tawaf, sai, dan bercukur. Berbeda dengan haji, umroh dapat digarap setiap masa-masa dalam setahun.

Hukum Menunaikan Haji dan umroh
Ditilik dari sisi hukum, haji dan umroh berbeda. Haji mesti hukumnya dilaksanakan oleh muslim yang mampu. Dasarnya ialah Surah Ali Imran:97, ” … menggarap haji ialah kewajiban insan terhadap Allah, yakni (bagi) orang yang sanggup menyelenggarakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka bahwasannya Allah MahaKaya, dari semesta alam.” Selain tersebut ada riwayat dari Ibnu Umar, “Islam didirikan atas lima hal, menyatakan tiada tuhan di samping Allah bahwasannya Nabi Muhammad duta Allah, menegakkan salat, mengemban zakat, haji ke Baitullah dan puasa Ramadan,” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, seorang muslim yang telah mampu dari sisi spiritual, fisik, dan finansial, mesti hukumnya menggarap haji. Sebaliknya orang yang telah mampu, namun mengingkari kewajibannya berhaji, termasuk murtad. Berbeda dengan haji, ada perbedaan pendapat ulama mengenai umroh. Sebagian menilai ibadah ini wajib digarap sekali seumur hidup, dan beberapa lain menyinggung hukumnya sunah: andai tidak digarap tidak berdosa, dan andai ditunaikan, menemukan pahala. Ulama yang mengaku umroh wajib, melandaskan pada Surah al-Baqarah:196, “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh guna Allah.” Sebaliknya, yang menyinggung umroh hukumnya sunah, memakai riwayat dari Jabir, bahwa Nabi pernah ditanya tentang umroh mesti atau tidak. Beliau menjawab, “Tidak, dan saat kau umroh maka tersebut lebih baik bagimu.” (HR. at-Tirmidzi). Hanya saja, riwayat itu disebut Imam Nawawi dalam al-Majmu sebagai lemah (dhaif).

Perbedaan Rukun Haji dan umroh
Terdapat perbedaan haji dan umroh berhubungan rukun kedua ibadah tersebut. Rukun haji ialah niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sai, dan mencukur rambut. Sementara itu, dalam umroh, tidak terdapat rukun wukuf di Arafah. Empat rukun beda sama, yakni niat ihram, tawaf, sai, dan mencukur rambut.

Perbedaan Waktu Pelaksanaan Haji dan umroh
Jika merujuk pada masa-masa pelaksanaan, haji mempunyai waktu yang lebih terbatas daripada umroh. Pasalnya, haji melulu dapat dilaksanakan pada bulan-bulan haji, dibuka sejak Syawal hingga mula Zulhijah. Firman Allah dalam Surah al-Baqarah:197 “Musim haji tersebut (berlangsung) pada sejumlah bulan yang sudah diketahui” . Sementara tersebut Abdullah bin Umar berkata, “Bulan-bulan haji Syawal, Zulqa’dah, dan 10 hari (kesatu) Zulhijah” (H.R. Bukhari). Sementara itu, umroh dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, sebab di dalamnya tidak ada rukun wukuf di Arafah, yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah.

Leave a Comment