Macam-macam Bukti Transaksi

Macam-macam bukti transaksi terdapat banyak, inilah ini ialah contoh bukti transaksi baik dari transaksi internal dan pun eksternal.

1. Memo

Memo ialah suatu artikel atau daftar yang singkat, padat, jelas serta gampang dipahami. Memo seringkali hanya terdiri dari maksimal sepuluh baris kata dan jangan lebih. Memo tergolong dalam misal bukti transaksi internal. Memo seringkali hanya mengandung pesan–pesan simpel yang langsung ke topik pembicaraan. Beberapa bagian yang lazimnya ada dalam penulisan memo, antara lain:

  • Nomor memo
  • Tanggal
  • Nama Pengirim
  • Nama Penerima
  • Subjek memo
  • Isi memo

Unsur-unsur yang terdapat di suatu memo secara umum nyaris serupa dengan unsur-unsur yang dipunyai dalam penulisan surat resmi. Perbedaannya melulu terletak pada jumlah kata yang mengimplikasikan bahwa memo mempunyai jauh lebih tidak banyak kata bila dikomparasikan dengan surat resmi. Contoh dari memo misalnya ialah pesan dari atasan untuk pihak akuntan menulis dan mempersiapkan gaji pegawai yang masih mesti ditunaikan pada akhir periode.

2. Nota Kredit

Nota kredit ialah sebuah dokumen yang dipakai oleh seseorang dalam memperlihatkan telah terjadinya pengurangan piutang usaha. Penurunan piutang usaha ini seringkali terjadi diakibatkan oleh pengembalian barang dagang dari pembeli atau dampak adanya penurunan harga. Sedangkan penurunan harganya sendiri dapat terjadi dampak dari ketidaksesuaian atau kehancuran barang serta kualitas yang bertolak belakang dari ekspektasi mula pembeli. Nota kredit ialah bukti transaksi yang dikeluarkan oleh penjaja dan bermanfaat sebagai perangkat persetujuan dari penjaja atas permohonan pengurangan harga yang diminta oleh pembeli sebab barang yang diterima mengalami kehancuran atau tidak cocok dengan apa yang dipesan oleh pembeli. Bagi itulah, nota kredit semestinya ditandatangani oleh penjaja untuk meminimalisir piutang usaha yang nantinya bakal ditagihkan untuk pembeli.

3. Nota Debet

Nota debet ialah bukti transaksi dalam format permintaan pengurangan harga untuk pihak penjaja atau bukti yang mengandung informasi yang mengaku tentang ekspedisi kembali barang yang tidak cocok dengan pesanan (rusak). Nota debet adalahdokumen bukti terjadinya sebuah pengurangan utang usaha yang diakibatkan oleh adanya pengembalian barang dagang atau penurunan harga yang diciptakan oleh pembeli. Biasanya nota debet mempunyai 2 salinan. Satu eksemplar dipegang oleh pembeli dan eksemplar yang beda dipegang oleh penjual. Nota debet melulu akan dibalikkan saat barang sudah berpulang kepada pembeli.

4. Nota Kontan

Nota kontan sebagai bukti transaksi ialah bukti atau dokumen pembayaran yang dikeluarkan oleh penjaja pada pembeli atas penjualan barang secara tunai. Berbeda dengan nota kredit dan debit yang bersangkutan dengan utang piutang antara kedua belah pihak, nota kontan ialah contoh bukti transaksi yang dikeluarkan oleh penjaja setelah pembelinya mengerjakan pelunasan atas barang yang dibeli melewati pembelian langsung. Nota kontan juga seringkali dibuat dengan memakai salinan paling tidak dua rangkap. Nota asli diserahkan kepada pembeli, sedangkan salinannya ditabung oleh penjaja untuk daftar atau arsip.

5. Faktur

Faktur atau invoice ialah berkas tertulis tentang barang yang dijual, baik jumlah dan harganya. Faktur seringkali dikeluarkan oleh pihak penjual untuk pihak pembeli. Faktur bermanfaat sebagai bahan pertimbangan pembeli untuk menganalisis barang-barang yang dibelinya. Ciri utama faktur pada umumnya ialah memuat informasi detail tentang nama dan alamat penjual, nomor faktur, nama dan alamat pembeli, tanggal pesanan, kriteria pembayaran, penjelasan mengenai barang laksana jenis barang, harga satuan, kuantitas barang dan jumlah harga. Fungsi utama faktur sebagai bukti transaksi ialah dengan menjadi media pencatatan untuk setiap barang atau produk yang dideskripsikan dengan benar serta cocok dengan situasi yang ada, lengkap, dan tidak rancu. Hal ini dilaksanakan untuk menghindari komplain saat ada ketidaksesuaian barang yang diterima oleh pembeli.

6. Kuitansi

Kuitansi ialah salah satu dari macam-macam bukti transaksi yang diciptakan hanya pada ketika penerimaan sebanyak uang. Berbeda dengan faktur yang adalahbukti transaksi antara penjaja dan pembeli, kuitansi ialah bukti tanda terima duit atau bukti bahwa sudah diterimanya sebanyak uang. Kuitansi seringkali dibuat dan ditandatangani oleh pihak penerima uang guna kemudian di berikan kepada pihak yang telah mengerjakan pembayaran. Kuitansi terdiri dari dua rangkap, satu rangkap dari kuitansi bakal dipegang pembeli/pihak yang menunaikan dan satunya lagi dipegang oleh penjual/yang menerima pembayaran.

7. Cek

Contoh bukti transaksi berikutnya ialah cek. Cek adalahsebuah perintah pembayaran yang diciptakan oleh pihak yang memiliki rekening di sebuah bank, dengan maksud supaya bank itu membayarkan sebanyak uang yang tertulis untuk si pembawa periksa tersebut. Umumnya periksa terdiri dari 2 bagian yakni bagian sebelah kiri kitab cek sebagai bukti dokumentasi pihak yang menerbitkan dan menandatangani periksa tersebut. Sedangkan sebelah kanan cek ialah bagian yang diserahkan kepada pihak yang menerima pembayaran periksa tersebut. Salah satu faedah lain dari periksa itu ialah untuk memungut uang di tabungan giro serta sebagai nilai tukar di samping mata uang.

8.  Bilyet Giro

Bilyet giro tergolong dalam salah satu misal bukti transaksi eksternal. Bilyet Giro ialah surat perintah guna memindahbukukan sebanyak uang dari tabungan nasabah sebuah bank ke tabungan penerima yang namanya dilafalkan dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank lain. Seringkali bilyet giro dirasakan sebagai kebalikan dari periksa karena kegunaannya yang bertolak belakang dan berbeda antara satu dengan yang lainnya.

9. Bukti Setoran Bank

Bukti transaksi lainnya ialah bukti setoran bank. Bukti setoran bank merupakan daftar transaksi berupa eksemplar slip setoran yang disediakan oleh pihak bank untuk dipakai pada saat mengerjakan setoran duit ke bank, laksana untuk simpanan atau investasi.

10. Bukti Kas Masuk

Bukti transaksi yang satu ini ialah dokumen tertulis berhubungan penerimaan duit (kas) yang disertai oleh buktinya. Bukti tersebut seringkali hanya dipakai oleh pihak internal perusahaan sekaligus sebagai data pengarsipan. Kas yang masuk di sini dapat berasal dari duit tunai yang dibayarkan oleh konsumen dalam format cicilan, bunga, jenis investasi, dan sebagainya.

11. Bukti Kas Keluar

Bukti transaksi yang bersangkutan dengan pengeluaran kas atau pembayaran dinamakan bukti kas keluar. Kas dikeluarkan guna membayar ongkos perlengkapan, peralatan, dan segala urusan yang diperlukan oleh kantor. Contoh bukti transaksi kas ini berisi penjelasan lengkap, mulai dari tanggal, nama, penjelasan kegiatan, dan ditandatangani oleh pihak yang mempunyai otoritas finansial di perusahaan. Bukti itu dapat dipakai oleh pihak akuntan untuk merangkai laporan finansial perusahaan dalam jumlah kecil.

12.  Rekening koran

Rekening koran ialah bukti mutasi kas di bank yang dibentuk oleh bank untuk semua nasabahnya dan digunakan untuk dasar penyesuaian pendaftaran antara sisa kas menurut keterangan dari perusahaan dan sisa kas menurut keterangan dari bank.

Seiring berjalan nya waktu, di era digital ini Pinjaman bisa di dapatkan melalui aplikasi contohnya SINGA , anda hanya perlu menggunakan KTP dan slip gaji anda. pinjaman online lebih capat cair di bandingkan dengan pinjaman non online,Pinjaman Online hanya memakan waktu beberapa jam saja.berbeda halnya dengan pinjaman non online ada harus memiliki barang yang harus di tahan sampai uang pinjaman anda lunas terbayar bukan itu saja waktu proses juga lumayan lama dengan memakan waktu kurang lebih 1 minggu.

Leave a Comment