Ingin Ganti Nama? Begini Prosedur Hukumnya

Seorang bayi laki-laki dengan nama Kusno Sosrodihardjo bermunculan lebih dari satu abad lalu, pada tepatnya tanggal 6 Juni 1901. Saat ini, barangkali masih terdapat orang yang tidak mengenal siapa tersebut Kusno. Ia lebih dikenal dengan nama Sukarno, Presiden kesatu Republik Indonesia.

Sukarno hanyalah salah satu misal orang Indonesia yang mengubah namanya. Kini, selang lebih dari satu abad sesudah Sukarno, gejala mengubah nama masih tidak sedikit terjadi.
Banyak dalil mengapa seseorang mengemukakan permohonan penggantian nama. Mulai dari hal pekerjaan, memudahkan pengurusan administrasi, sampai urusan hoki.
Lalu, apa saja yang mesti dilaksanakan oleh seseorang bila hendak mengganti namanya?
Penggantian nama tersebut ditata dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 mengenai Administrasi Kependudukan serta Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 mengenai Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.
Ganti nama di pengadilan pada hakikatnya mengubah identitas dalam akta kelahiran. Aturan tersebut menjelaskan bahwa bila seseorang hendak mengajukan penggantian nama, maka mesti mengemukakan ke pengadilan negeri setempat.

Mengutip dari laman Pengadilan Negeri Banda Aceh, terdapat sejumlah syarat yang mesti disiapkan sebelum mengemukakan gugatan. Di antaranya merupakan:

1. Surat Permohonan, bermaterai 6.000 ditanda tangani oleh Pemohon (dicopy 2 eks)
2. Foto copy KTP Pemohon sejumlah 1 (satu) lembar
3. Foto copy KK Pemohon sejumlah 1 (satu) lembar
4. Foto copy Akta Nikah sejumlah 1 (satu) lembar
5. Foto copy Ijazah (jika terdapat hubungan dengan ijazah) sejumlah 1 (satu) lembar
6. Foto copy Akta Kelahiran sejumlah 1 (satu) lembar
7. Foto copy KTP 2 (dua) orang saksi, setiap sebanyak 1 (satu) lembar. (tidak dimaterai)
Untuk poin 2 hingga dengan poin 6 distempel di kantor Pos bermaterai Rp 6.000. Poin terpenting dalam pengusulan itu ialah surat permohonan yang ditujukan untuk Ketua Pengadilan Negeri setempat.
Surat permohonan itu harus memuat dalil lengkap soal penggantian nama tersebut. “Ya betul. (Memuat) Maksud dan destinasi ganti nama,” kata Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ibnu Basuki Widodo, dalam pesan singkatnya untuk kumparan, Selasa (19/12).

Leave a Comment